Empati Bukan Berarti Memendam Amarah

Empati Bukan Berarti Memendam Amarah logo

Yayasan Karuna Bali

08 October 2026

Empati Bukan Berarti Memendam Amarah

Marah itu manusiawi. Yang sering membuat hubungan retak bukanlah kemarahannya, melainkan cara kita mengungkapkannya. Di dalam interaksi sehari-hari, perbedaan pendapat dan rasa kesal sulit dihindari. Saat emosi memuncak, kita cenderung menyalahkan lawan bicara atau justru sibuk membela diri. Percakapan pun berubah menjadi adu argumen, dan masalah yang sebenarnya tidak pernah selesai.

Karena itu, Capung Melajah menghadirkan webinar Express It Right: Mengungkapkan Kemarahan dengan Empati. Webinar ini mengajak peserta mengenali emosi, menyampaikannya dengan jujur, dan tetap menjaga hubungan dengan orang lain melalui pendekatan Nonviolent Communication (NVC) dan I-statement, yaitu pernyataan yang berangkat dari pengalaman diri sendiri, bukan penilaian terhadap orang lain.

Webinar ini difasilitasi oleh I Gede Supardika pada 24 Juni 2026. Beliau adalah seorang communication enthusiast yang telah memfasilitasi lebih dari ratusan peserta di berbagai workshop di Yayasan Karuna Bali.

Yang membuat webinar ini menarik adalah empat tahap merespons yang ditonjolkan. Pertama, menyampaikan observasi, yakni menceritakan fakta tanpa melebih-lebihkan cerita, misalnya "laporan itu terlambat dikirim tiga kali dalam dua minggu terakhir", bukan "kamu selalu ceroboh". Kedua, mengungkapkan perasaan dengan kalimat "saya merasa kesal dan cemas" sehingga kita bertanggung jawab atas emosi sendiri tanpa menuding siapa pun. Ketiga, mengenali kebutuhan di balik kemarahan, seperti kebutuhan akan kepastian, penghargaan, atau kerja sama. Keempat, mengajukan permintaan yang jelas dan berfokus pada solusi, misalnya "maukah kita menyepakati deadline yang realistis dan saling mengabari bila ada kendala?"

Webinar ini juga membahas cara menghindari sikap defensif ketika kita berada di posisi sebaliknya, yaitu saat menerima kemarahan orang lain. Alih-alih membela diri atau membalas, peserta berlatih mendengarkan dengan tenang, menangkap perasaan dan kebutuhan di balik kata-kata lawan bicara, lalu mengarahkan percakapan pada pertanyaan "apa yang bisa kita lakukan bersama?"

Webinar Express It Right mengingatkan kita bahwa empati bukan berarti memendam amarah. Empati berarti menyampaikannya dengan sadar, jujur, dan penuh hormat, sehingga kemarahan menjadi pintu menuju pemahaman dan solusi, bukan jarak. (ry&pp)